Rumusan masalah merupakan inti dari sebuah penelitian. Bagian ini menjadi penentu arah penelitian sekaligus dasar penilaian dosen pembimbing terhadap kelayakan proposal skripsi, tesis, maupun disertasi.
Banyak proposal penelitian ditolak atau diminta revisi berulang karena rumusan masalah yang kurang tepat. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas tips menyusun rumusan masalah agar tidak ditolak dosen secara sistematis dan sesuai dengan kaidah akademik.
Pengertian Rumusan Masalah
Rumusan masalah adalah pernyataan atau pertanyaan penelitian yang disusun berdasarkan latar belakang masalah. Rumusan masalah berfungsi untuk memperjelas fokus penelitian dan menjadi acuan dalam penyusunan tujuan, metode, serta pembahasan penelitian.
Fungsi Rumusan Masalah dalam Penelitian
- Menentukan arah dan fokus penelitian
- Menjadi dasar penyusunan tujuan penelitian
- Mengarahkan pemilihan metode penelitian
- Membatasi ruang lingkup pembahasan
Ciri-ciri Rumusan Masalah yang Baik
Rumusan masalah yang baik dan mudah diterima dosen umumnya memiliki karakteristik berikut:
- Jelas dan spesifik
- Disusun secara logis
- Dapat diteliti secara ilmiah
- Sesuai dengan latar belakang penelitian
- Menggunakan bahasa akademik
Tips Menyusun Rumusan Masalah agar Tidak Ditolak Dosen
1. Pastikan Rumusan Masalah Berasal dari Latar Belakang
Kesalahan yang sering terjadi adalah rumusan masalah tidak sesuai dengan latar belakang penelitian. Pastikan setiap rumusan masalah merupakan turunan langsung dari permasalahan yang telah diuraikan sebelumnya.
2. Gunakan Kalimat Tanya yang Tepat
Rumusan masalah umumnya disusun dalam bentuk pertanyaan penelitian. Gunakan kata tanya seperti bagaimana, mengapa, atau sejauh mana sesuai dengan tujuan penelitian.
3. Hindari Rumusan Masalah yang Terlalu Umum
Rumusan masalah yang terlalu luas akan menyulitkan proses penelitian. Batasi variabel, objek, dan konteks penelitian agar fokus dan terukur.
4. Sesuaikan dengan Metode Penelitian
Rumusan masalah harus sejalan dengan metode penelitian yang akan digunakan. Misalnya, penelitian kuantitatif memerlukan rumusan masalah yang dapat diukur.
5. Gunakan Bahasa Akademik dan Objektif
Hindari penggunaan bahasa yang bersifat opini atau emosional. Rumusan masalah harus disusun secara objektif, lugas, dan sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah.
6. Batasi Jumlah Rumusan Masalah
Idealnya, rumusan masalah terdiri dari 2–4 pertanyaan penelitian agar pembahasan tetap fokus dan mendalam.
7. Konsultasikan dengan Dosen Pembimbing
Masukan dari dosen pembimbing sangat penting untuk memastikan rumusan masalah layak diteliti dan sesuai standar akademik.
Contoh Kesalahan Umum dalam Rumusan Masalah
- Rumusan masalah tidak sesuai dengan judul penelitian
- Pertanyaan terlalu normatif dan tidak ilmiah
- Tidak dapat dijawab melalui penelitian
- Terlalu banyak rumusan masalah
Kesimpulan
Menyusun rumusan masalah yang tepat merupakan langkah penting agar proposal penelitian dapat diterima dosen pembimbing. Rumusan masalah harus logis, spesifik, dan selaras dengan latar belakang serta metode penelitian.
Dengan menerapkan tips menyusun rumusan masalah di atas, mahasiswa dapat mengurangi risiko penolakan dan menjalani proses penelitian secara lebih terarah dan efektif.
