Bab kesimpulan merupakan bagian akhir dari karya ilmiah yang sering dianggap sederhana, padahal justru menjadi penilaian akhir terhadap kualitas penelitian secara keseluruhan.
Salah satu kesalahan paling umum mahasiswa adalah mengulang isi bab pembahasan secara mentah ke dalam kesimpulan. Akibatnya, kesimpulan terlihat tidak tajam, tidak reflektif, dan sering mendapat catatan revisi dari dosen pembimbing.
Artikel ini akan membahas secara mendalam tips menyimpulkan penelitian tanpa mengulang pembahasan, agar kesimpulan yang Anda susun bersifat ringkas, kritis, dan sesuai dengan standar akademik.
Hakikat Kesimpulan dalam Penelitian Ilmiah
Kesimpulan bukan ringkasan panjang dari pembahasan, melainkan pernyataan inti mengenai hasil penelitian yang menjawab rumusan masalah dan tujuan penelitian.
Jika pembahasan adalah proses berpikir, maka kesimpulan adalah hasil dari proses tersebut.
Oleh karena itu, kesimpulan harus bersifat reflektif, padat, dan berbasis temuan penelitian.
Perbedaan Kesimpulan dan Pembahasan
- Pembahasan: menganalisis, menginterpretasikan, dan mengaitkan data dengan teori
- Kesimpulan: merangkum makna utama hasil penelitian secara singkat
Memahami perbedaan ini adalah kunci agar kesimpulan tidak terjebak menjadi duplikasi pembahasan.
Fungsi Kesimpulan dalam Karya Ilmiah
Secara akademik, kesimpulan memiliki beberapa fungsi utama:
- Menjawab rumusan masalah penelitian
- Menunjukkan ketercapaian tujuan penelitian
- Menegaskan temuan utama penelitian
- Memberikan gambaran akhir kepada pembaca
Kesimpulan yang baik membuat pembaca memahami esensi penelitian tanpa harus membaca seluruh isi karya ilmiah.
Prinsip Dasar Menyusun Kesimpulan yang Baik
Agar kesimpulan tidak mengulang pembahasan, perhatikan prinsip berikut:
- Disusun berdasarkan hasil penelitian, bukan teori
- Ditulis secara ringkas dan padat
- Menggunakan bahasa akademik yang objektif
- Tidak memuat data baru
- Tidak memuat pembahasan ulang secara detail
Tips Menyimpulkan Penelitian Tanpa Mengulang Pembahasan
1. Fokus pada Jawaban Rumusan Masalah
Setiap poin kesimpulan harus secara langsung menjawab rumusan masalah yang telah dirumuskan di awal penelitian.
2. Gunakan Kalimat Pernyataan, Bukan Penjelasan Panjang
Kesimpulan sebaiknya disusun dalam bentuk pernyataan hasil, bukan uraian proses atau penjelasan teoritis.
3. Ambil Inti Temuan, Bukan Seluruh Pembahasan
Pilih temuan paling penting dan representatif, lalu nyatakan secara ringkas.
Bukan menjelaskan mengapa secara panjang, tetapi menyatakan apa yang ditemukan.
4. Gunakan Bahasa Sintesis
Bahasa sintesis menggabungkan beberapa temuan menjadi satu pernyataan inti tanpa mengulang detail analisis.
5. Susun Kesimpulan Selaras dengan Tujuan Penelitian
Pastikan setiap tujuan penelitian memiliki padanan kesimpulan yang jelas.
Bentuk Penyajian Kesimpulan yang Disarankan
Kesimpulan dapat disajikan dalam bentuk:
- Poin-poin bernomor
- Paragraf singkat terstruktur
Untuk skripsi dan tesis, bentuk poin-poin sering dianggap lebih jelas dan sistematis.
Kesalahan Umum Mahasiswa dalam Menyusun Kesimpulan
- Mengulang paragraf pembahasan
- Menambahkan teori baru
- Menyertakan data dan tabel
- Menggunakan bahasa naratif berlebihan
- Tidak menjawab rumusan masalah
Hubungan Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan sering diikuti oleh bagian saran. Namun, keduanya memiliki fungsi yang berbeda.
- Kesimpulan: menyatakan hasil penelitian
- Saran: memberikan rekomendasi berdasarkan kesimpulan
Saran yang baik harus bersumber langsung dari kesimpulan, bukan dari asumsi pribadi.
Tips Agar Kesimpulan Disetujui Dosen Pembimbing
- Pastikan konsisten dengan rumusan masalah
- Gunakan bahasa lugas dan akademik
- Batasi panjang kesimpulan
- Hindari pengulangan kalimat dari pembahasan
- Konsultasikan secara khusus bagian kesimpulan
